Ketika Piala Dunia 2026 dimulai, perhatian tertuju pada tim-tim unggulan. Namun, setelah dua pertandingan pertama fase grup, justru dua kuda hitam ini menjadi sorotan.

Cape Verde dan Curaçao berhasil mencuri perhatian berkat hasil mengejutkan yang mereka raih melawan negara-negara yang secara kualitas berada di atas mereka.

Dari debutan yang mampu menahan Spanyol hingga negara berpenduduk hanya sekitar 156.000 jiwa yang meraih poin bersejarah, keduanya menjadi kuda hitam yang menjadi warna tersendiri di Piala Dunia 2026.

Cape Verde, Debutan yang Membungkam Keraguan

Cape Verde datang ke Piala Dunia 2026 tanpa banyak sorotan. Lolos ke Piala Dunia 2026 setelah delapan kali percobaan, negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat itu berstatus debutan dan hanya menempati peringkat ke-67 FIFA menjelang turnamen.

Di atas kertas, mereka jauh dari daftar unggulan. Namun, performa kuda hitam yang satu ini di Piala Dunia 2026 mampu membuat dua mantan juara dunia, Spanyol dan Uruguay, frustrasi.

Saat bertanding melawan Spanyol pada 15 Juni 2026 waktu setempat, Cape Verde tampil prima dan imbang 0-0. Sebanyak 734 operan serta 27 tembakan penuh harap dari Spanyol tidak ada yang berujung gol.

Adalah Vozinha, kiper nasional tim Cape Verde, yang mampu menahan tujuh tembakan dari Spanyol ke arah gawang. Usianya sudah menginjak 40 tahun. Namun, kini namanya menjadi sorotan internasional melalui penyelamatan-penyelamatannya.

Rekap penyelamatan Vozinha. Video: FolaPlay (YouTube)

Kepiawaian pemain Cape Verde pun tidak kalah mengejutkan di pertandingan selanjutnya. Mereka berhasil menahan Uruguay 2-2 pada hari Senin, 22 Juni 2026 WIB.

Bahkan, ada hal yang lebih menarik dari pertandingan ini. Pasalnya, Cape Verde terlebih dahulu mencetak gol dan unggul 1-0 di menit ke-21. Hal ini berkat keberhasilan tendangan bebas berjarak 32 meter dari Kevin Pina.

Walaupun sempat tertinggal 1-2 lewat gol-gol Uruguay, Cape Verde kembali mengimbangi skor lewat curian bola cerdik Helio Varela di menit ke-61.

Rekap pertandingan Cape Verde dan Uruguay. Video: FolaPlay (YouTube)

Prestasi ini patut diacungi jempol karena termasuk sebuah pencapaian langka. Menurut data Opta, mereka menjadi tim debutan pertama yang mampu melalui dua laga awal Piala Dunia tanpa kekalahan sejak Senegal melakukannya pada edisi 2002.

Curaçao, Negara Terkecil dalam Sejarah Piala Dunia

Jika Cape Verde mencuri perhatian lewat hasil di lapangan, Curaçao menghadirkan cerita yang tak kalah menarik.

Dengan jumlah penduduk sekitar 156.000 jiwa, Curaçao bahkan lebih kecil dibandingkan banyak kota di Indonesia. Guinness World Records menyebut sang kuda hitam sebagai negara atau teritori terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia.

Pencapaian tersebut tak lepas dari campur tangan sang pelatih, Dick Advocaat. Pelatih kawakan asal Belanda yang berusia 78 tahun itu menjadi pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia.

Berkat arahan dan pengalaman Advocaat menangani sejumlah klub dan tim nasional selama puluhan tahun, ia mampu membawa Curaçao tampil lebih rapi dan konsisten.

Sama seperti Cape Verde, Curaçao pun masih berstatus tim debutan dan minim pengalaman di level tertinggi. Namun, pertandingan mereka melawan Ekuador membuktikan bahwa mereka bukanlah sekadar pelengkap di Piala Dunia tahun ini.

Sempat mengalami kekalahan 1-7 melawan Jerman, mereka pantang mundur dan terus meningkatkan performa pada permainan selanjutnya.

Pada Laga Grup E Piala Dunia 2026 yang diadakan hari Minggu, 21 Juni 2026 pagi WIB, mereka berhasil imbang 0-0 dengan Ekuador. Hal ini pun membuat Curaçao mendapatkan poin perdana dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.

Jika ada satu nama yang perlu dinobatkan sebagai “man of the match“, wajar jika kita menyebut nama Eloy Room.

Momen-momen penyelamatan Eloy Room. Video: FolaPlay (YouTube)

Kiper berusia 37 tahun ini berhasil melakukan 15 penyelamatan. Prestasinya hanya terpaut satu dari rekor penyelamatan terbanyak dalam satu laga Piala Dunia yang dibuat Tim Howard bersama Amerika Serikat pada 2014.

Sempat Kalah Dua Kali Lawan Timnas Indonesia

Jauh sebelum namanya lolos kualifikasi Piala Dunia 2026, Curaçao pernah melawan Timnas Indonesia pada laga uji coba resmi FIFA Matchday tahun 2022 silam.

Saat itu, Indonesia berhasil menghantam Timnas Curaçao dengan skor 3-2 di Bandung dan kembali memetik kemenangan 2-1 di Bogor.

Highlight pertandingan Timnas Indonesia dengan Curaçao. Video: PSSI TV ( YouTube)

Dua kekalahan yang harus diterima oleh Curaçao tidak serta merta membuat mereka mengurungkan motivasi. Campur tangan Advocaat sang pelatih membuat nama mereka bersinar di kancah sepak bola dunia.

Keberhasilan mereka lolos kualifikasi Piala Dunia 2026 memperlihatkan perkembangan pesat mereka. Kini, Curaçao bertransformasi menjadi tim yang solid di panggung dunia.

Bagaimana Peluang Cape Verde dan Curaçao Selanjutnya?

Kini, kedua tim sedang mempersiapkan pertandingan sengit untuk merebut peluang lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026.

Cape Verde akan melawan Arab Saudi di laga Grup G pada Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB. Jika menang, mereka otomatis lolos ke 32 besar, entah sebagai juara atau runner-up grup.

Namun, jika hasilnya imbang, Cape Verde tetap memiliki peluang lolos 32 besar Piala Dunia 2026. Andai kata mereka terpilih sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik, mereka akan diizinkan masuk ke 32 besar Piala Dunia 2026.

Lantas, bagaimana dengan nasib Curaçao?

Pertandingan selanjutnya melawan Pantai Gading pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 03.00 WIB akan jadi penentu bagi mereka. Kemenangan atas Pantai Gading akan mengubah status Curaçao dari sekadar kejutan menjadi kandidat serius di fase gugur.

Baik Cape Verde maupun Curaçao tidak punya pilihan selain tampil agresif demi mengamankan kemenangan. Dua laga ini pun layak mendapat perhatian lebih karena dapat menentukan langkah mereka selanjutnya.

Pantau Berita-Berita Olahraga Terkini di IndieSport

Selain berita seputar sepak bola dan Piala Dunia 2026, kamu juga bisa mendapatkan informasi terkini dari berbagai cabang olahraga lainnya di IndieSport. Simak terus berita olahraga terbaru untuk mengikuti perkembangan pertandingan, klasemen, dan sorotan atlet dari seluruh dunia.